Di sini ada 2 macam motif tenun ikat yaitu motif Insana dan Biboki. Keduanya menunjukkan daerah asal motif tersebut. Motif Insana cenderung berwarna cerah menggunakan benang toko (istilah para penenun untuk benang yang biasa mereka beli di toko), jenisnya ada dua yaitu sotis dan buna. Tenun sotis permulaannnya rata seperti kain pada umumnya sedangkan Buna ada bagian yang menonjol seperti dibordir dan kita agak sulit menentukan mana bagian yang luar dan dalam. Tentu saja yang motif buna harganya jauh lebih mahal ketimbang yang sotis. Sedangkan motif Biboki cenderung kalem menggunakan warna2 tanah. Anda tidak perlu kuatir, semua koleksi kami di garansi produk kain buatan pengrajin asli Timor. Kami menyediakan koleksi pilihan terbaik dengan jumlah terbatas Buat pembaca yang ingin memesan kain Tenun Timor silahkan meinggalkan komentar disini
 

Tentang Kami

Kain Tenun Timor pada mulanya dibuat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sebagai busana penutup dan pelindung tubuh, kemudian berkembang untuk kebutuhan adat (pesta, upacara, tarian, perkawinan, kematian dll), hingga sekarang merupakan bahan busana resmi dan modern yang didesain sesuai perkembangan mode, juga untuk memenuhi permintaan/ kebutuhan konsumen.
Dalam perkembangannya, kerajinan tenun merupakan salah satu sumber pendapatan (UP2K) masyarakat Nusa Tenggara Timur terutama masyarakat di pedesaan. Pada umumnya wanita di pedesaan menggunakan waktu luangnya untuk menenun dalam upaya meningkatkan pendapatan keluarganya dan kebutuhan busananya.

Kain Tenun Timor menarik perhatian kami karena keindahan dan nilai etnik yang terkandung di dalamnya. Dan merupakan salah satu kebudayaan tradisional bangsa Indonesia patut di lestarikan.
Fransiskus Bani yang biasa dipanggil Bani , mencoba mewakili masyarakat Timor dalam memperkenalkan Kain Tenun Timor kepada teman - teman secara luas yang tertarik dengan kain Tenun khususnya Kain Tenun Timor tapi kesulitan memperoleh informasi secara baik.
Kami berusaha sebaik mungkin untuk memberikan informasi mengenai Kain Tenun Timor dan bila anda yang ingin mendapatkan koleksi kain Tenun Timor bisa menghubungi kami di mozabani@yahoo.com atau WA: 081319631083

Saat ini kami hanya menyediakan Kain Tenun Timor dengan beragam jenis, ukuran dan motif khusus untuk daerah Timor yang dapat diaplikasikan pada beragam hal, seperti Fashion, Aneka Perlengkapan Rumah, pernak pernik, Tas dan banyak lagi.

Kami dapat menyediakan Kain Tenun Timor secara kontinyu untuk grosir dalam jumlah tertentu  untuk keperluan anda.

Rekening Bank
Untuk pembayaran, Anda dapat menggunakan nomor Rekening BCA , BRI, BNI dan DANAMON. Bila anda tertarik silakan hubungi kami via email atau sms.

Hubungi Kami
Punya pertanyaan seputar Kain Tenun Timor? Atau anda tertarik untuk memilikinya? Silakan email kami di mozabani@yahoo.com . Kami akan segera mengubungi Anda.

  1. Alamt Kami : Cluster Graha Utama Serpong Blok B. No.11- (samping cluster Dahlia Loka Graha Raya) Jl Pondok Jagung Timur Serpong - Tangerang Selatan - Banten . lihat di peta
  2. Alamat Kami di Timor : Jl. Ahmad Yani No.1 kefamenanu- lihat di peta

Terima Kasih
 Fransiskus Bani
Read more

Kegunaan Kain Tenun Timor

Dilihat dari kegunaannya, produk tenunan di Nusa Tenggara Timur terdiri dari 3 (tiga) jenis yaitu : sarung, selimut dan selendang dengan warna dasar tenunan pada umumnya warna-warna dasar gelap, seperti warna hitam, coklat, merah hati dan biru tua. Hal ini disebabkan karena masyarakat/ pengrajin dahulu selalu memakai zat warna nabati seperti tuak, mengkudu, kunyit dan tanaman lainnya dalam proses pewarnaan benang, dan warna-warna motif dominan warna putih, kuning langsat, merah marun.Sebagai contoh, ada beberapa foto dibawah ini yang menujukan motif kain tenun timor yang digumakan sebagai upacara ada pernikaan.





Sebagai Busana saat Menari 
Sebagai Busana saat acara lamaran Pernikahan

Sebagai Busana saat acara Penyambutan Tamu


Sebagai Busana saat acara Adat

Sebagai Busana saat acara Adat dan mengenalkan budaya pada anak cucu

Sebagai Busana saat acara Keluarga Adat

Sebagai Busana saat acara Lamaran Adat
Read more

Kain Tenun NTT

Kain Tenun NTT adalah kain yang dibuat dari proses menenun oleh masyarakat Nusa Tenggara Timur. Tenun sendiri merupakan kegiatan membuat kain dengan cara memasukkan benang pakan secara horizontal pada benang-benang lungsin, biasanya telah diikat dahulu dan sudah dicelupkan ke pewarna alami. Pewarna alami tersebut biasanya dibuat dari akar-akar pohon dan ada pula yang menggunakan dedaunan. 


Fungsi

Kain adat mempunyai banyak fungsi penggunaan di masyarakat, meski tiap daerah ada penggunaan khusus di tiap suku, namun secara umum berikut adalah fungsi dari kain tenun:
1. Sebagai busana untuk penggunaan sehari-hari dan menutupi badan.
2. Sebagai busana dalam tari adat dan upacara adat.
3. Sebagai mahar dalam perkawinan dalam bahasa daerah disebut sebagai “belis” nikah.
4. Sebagai pemberian dalam acara kematian dan sebagai wujud penghargaan.
5. Sebagai penunjuk status sosial.
6. Sebagai alat untuk membayar hukuman jika terjadi ketidakseimbangan.
7. Sebagai alat barter/transaksi.
8. Sebagai bentuk cerita mengenai mitos dan cerita-cerita yang tergambar di motif-motif nya.
9. Sebagai bentuk penghargaan bagi tamu yang datang berkunjung.

Jenis-Jenis

Berdasarkan Cara Membuat

  • Tenun ikat, motif diciptakan dari pengikatan benang. Pada daerah lain yang diikat ialah benang pakan maka pada kain tenun di NTT dibuat dengan cara kain lungsi yang diikatkan.
  • Tenun Buna, berasal dari Timor Tengah Utara, yaitu menenun dengan cara menggunakan benang yang sudah dicelupkan terlebih dahulu ke pewarna.
  • Tenun Lotis, Sotis atau Songket: Proses pembuatan nya mirip dengan proses pembuatan tenun Buna.

Berdasarkan Kegunaan

1. Selendang
2. Sarung
3. Selimut
Semuanya mempunyai persamaan umum yakni cenderung berwarna dasar gelap karena zaman dahulu masyarakat belum mengenal adanya pewarna buatan sehingga menggunakan pewarna alami dengan pilihan warna yang terbatas.

Berdasarkan Persebaran

1. Tenun Ikat: Hampir tersebar di seluruh wilayah NTT kecuali Kab. Manggarai dan Kab. Ngada
2. Tenun Buna: Tersebar di daratan Timor antara lain di Kab. Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara dan Belu. Namun paling banyak terpusat di wilayah Timor Tengah Utara.
3. Tenun Lotis/Sotis atau Songket: Tersebar di semua wilayah Nusa Tenggara Timur, merupakan bentuk tenun yang paling umum di masyarakat NTT [2].

Proses Pembuatan

Langkah pertama yang dilakukan sebelum menenun ialah menyiapkan benang yang hendak dipakai. Kapas dipintal dengan alat tradisional, masyarakat tidak menggunakan benang konvensional yang ada di pasaran. Kapas diambil dari pohon kapas. Hasil dari pemintalan biasanya tidak terlalu halus dan dan berakibat hasil yang tidak simetris pada corak tenun. Meski begitu hal itu yang menyebabkan keunikan tiap tenun sebab tidak ada tenun yang identik sama. Sesudah proses memintal selesai dilanjutkan dengan pencelupan benang pada pewarna. Meski tidak semua proses pewarnaan dilakukan ketika masih dalam bentuk benang namun pada umumnya pewarnaan dilakukan sebelum proses menenun. Pewarnaan dilakukan dengan menggunakan daun “Ru Dao” untuk mendapatkan warna nila dan akar pohon “Ka’bo” untuk mendapat warna merah, warna kuning didapat menggunakan kunyit dan daun “Menkude”. Setelah warna meresap dan dibiarkan mengering baru diikat pada mesin tenun tradisional yang dalam bahasa setempat disebut “Lana Her’ru”. Tidak seperti pada tenunan yang umum dijumpai di Indonesia dimana yang diikat pada mesin tenun ialah benang pakan, namun pada tenunan Nusa Tenggara Timur yang diikat ialah benang lungsin. Benang pakan dimasukkan secara horizontal terhadap benang lungsin yang telah diikat secara vertikal. Namun di balik semua itu, yang paling penting ialah proses bertapa dan mencari ilham dengan cara berdoa ke leluhur agar mendapat motif dan corak yang hendak dipakai, selain itu dipercaya dengan berdoa sebelum dapat memperlancar proses menenun dan menolak bala selama proses menenun dilakukan. 

Perkembangan

Tradisi menenun kain NTT telah banyak ditinggalkan karena semakin sedikit generasi muda yang mempelajari teknik menenun dari orang tua. Pada saat ini kegiatan menenun dengan tangan beralih dengan penenunan peralatan yang lebih modern.


Read more

Kain Tenun NTT - Tenun NTT - Kain Tenun Timor

Salah satu kerajinan tenun yang mempunyai kaitan erat dengan budaya masyarakatnya adalah kain tenun timor. Motif-motif kain tenun timor merupakan manifestasi kehidupan sehari-hari masyarakat dan memiliki ikatan emosional yang cukup erat dengan masyarakat di tiap suku sehingga motif-motif yang dibuat juga beragam.



Kain Tenun motif sotis.

Kain tenun Timor sendiri terdiri dari tiga jenis berdasarkan cara pembuatannya. Meski jenisnya berbeda, namun sama-sama menggunakan warna-warna latar yang gelap. Warna-warna  dihasilkan dari bahan-bahan yang diambil dari alam seperti akar pohon Ka’bo (warna merah), daun Ru Dao (Warna Nila), dan daun Mengkude (Warna Kuning)
Kain tenun timor yang pola dan motifnya dibentuk dengan cara mengikat benang sebelum ditenun dan mencelupkannya pada zat pewarna disebut kain tenun ikat. Uniknya, benang yang diikat adalah benang lungsi.
Jenis kain tenun Timor yang kedua adalah tenun Buna. Pembuatannya adalah, benang yang akan ditenun sudah terlebih dulu dicelupkan ke dalam pewarna. Tenun buna pusatnya di Kabupaten Timor Tengah Utara khusus wilayah Insana.
Yang ketiga adalah tenun sotis/lotis/songket, yang pembuatannya hampir sama dengan tenun buna.
Berdasrkan fungsinya, kain tenun Timor dapat berupa selendang, sarung dan selimut. Kain tenun Timor dapat digunakan untuk  pakaian sehari-hari dan juga untuk busana tari adat, pakaian untuk upacara adat, sebagai mahar atau hadiah, dan lain sebagainya.
Kini kain tenun timor dapat dijadikan busana dengan desain modern yang bernuansa tradisional. Dengan begitu, warisan budaya tenun ini dapat terus dilestarikan tanpa menghilangkan unsur aslinya.
Untuk itu, kami mengajak anda melihat beberapa contoh gambar yang kani tampilkan, dan jika berminat silahkan hubungi kami. Di desa kami menyediakan berbagai bentuk dan corak warna yang menarik.




Read more

Kain Tenun NTT

Kain Tenun NTT adalah kain yang dibuat dari proses menenun oleh masyarakat Nusa Tenggara Timur. Tenun sendiri merupakan kegiatan membuat kain dengan cara memasukkan benang pakan secara horizontal pada benang-benang lungsin, biasanya telah diikat dahulu dan sudah dicelupkan ke pewarna alami.
Read more