Di sini ada 2 macam motif tenun ikat yaitu motif Insana dan Biboki. Keduanya menunjukkan daerah asal motif tersebut. Motif Insana cenderung berwarna cerah menggunakan benang toko (istilah para penenun untuk benang yang biasa mereka beli di toko), jenisnya ada dua yaitu sotis dan buna. Tenun sotis permulaannnya rata seperti kain pada umumnya sedangkan Buna ada bagian yang menonjol seperti dibordir dan kita agak sulit menentukan mana bagian yang luar dan dalam. Tentu saja yang motif buna harganya jauh lebih mahal ketimbang yang sotis. Sedangkan motif Biboki cenderung kalem menggunakan warna2 tanah. Anda tidak perlu kuatir, semua koleksi kami di garansi produk kain buatan pengrajin asli Timor. Kami menyediakan koleksi pilihan terbaik dengan jumlah terbatas Buat pembaca yang ingin memesan kain Tenun Timor silahkan meinggalkan komentar disini
 

Oscar Lawalata tentang Tenun Timor

http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:eba-hfRedrpE1M:http://mahadaya.com/wp-content/uploads/2009/09/oscar_lawata.jpg&t=1
http://www.setyanovanto.info/img/novantocenter/Ibu-Deisty-bersama-Oscar-La.jpg
Kain ikat ini jarang digunakan sebagai pakaian, karena dianggap tebal dan hanya cocok dijadikan pajangan," jelasnya. Padahal kenyataannya, menurut Oscar, tidak demikian. Kain ikat bisa dibuat tipis tergantung dari jenis benangnya.
Read more

Proses Pewarnaan Kain Tenun Timor

Read more

Kain Ikat NTT pun Bisa Jadi Busana Siap Pakai

Kain Ikat NTT pun Bisa Jadi Busana Siap Pakai

Baju kurung panjang dengan motif ikat NTT.
Senin, 29/3/2010 | 09:52 WIB
KOMPAS.com - Oscar Lawalata, perancang yang setia dengan kain tradisional, kembali menelurkan karyanya. Lewat fashion show bertema "Aku, Ikat, Mereka, dan Kami" yang digelar di Gedung28, Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (27/3/2010) lalu, Oscar menampilkan koleksinya yang menggunakan kain tenun dari Nusa Tenggara Timur.

Peragaan busana ini menampilkan konsep desain fashion modern yang dipadu dengan kain tenun tradsional NTT yang disebut ikat. Hasil karya penenun tradisional ini dilebur dalam inovasi desain Oscar, sehingga kain ikat bisa menjadi pakaian siap pakai.

Untuk mencari kain tenun ikat NTT ini, Oscar langsung mendatangi para pengrajin di kawasan NTT. "Saya banyak menemukan kain-kain tradisional yang masih belum banyak dikenal dan dimanfaatkan dengan baik," ujar Oscar, saat konferensi pers, Jumat (26/3/2010) lalu. 

Corak-corak yang masih tergolong awam di mata orang Indonesia ini memberinya ide untuk menggelar fashion show, yang merupakan bagian dari pameran "Aku, Ikat, Mereka, dan Kami" yang berlangsung 27 Maret-3 April 2010. "Tujuan saya bukan hanya melestarikan, tapi juga membuat kain ini bernilai pakai dan bernilai jual," ujarnya lagi.
Oscar menampilkan 70 desain kain yang dikreasikan menjadi baju bermodel tunik, baju bodo, kebaya kurung, serta kebaya modern dan tradisional. Dari sekian banyak motif ikat yang ada, ia mengambil 10 motif yang tersebar di kepulauan NTT, yaitu Timor, Flores, Sumba, Alor, Rote, dan Sabu.

"Kain ikat ini jarang digunakan sebagai pakaian, karena dianggap tebal dan hanya cocok dijadikan pajangan," jelasnya. Padahal kenyataannya, menurut Oscar, tidak demikian. Kain ikat bisa dibuat tipis tergantung dari jenis benangnya.
Read more

Lihat Tenun Timor di peta yang lebih besar